Majelis Buddhayana DKI Jakarta Gelar Retret & Pandita Samaya untuk Perkuat Komunitas Spiritual
Guna memperkuat ikatan spiritual dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat, Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi DKI Jakarta telah menyelenggarakan kegiatan Retret & Pandita Samaya. Acara yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 26-27 Juli 2025, ini diadakan di Vihara Sakyawanaram
Kegiatan yang dikhususkan bagi para Pandita Buddhayana se-DKI Jakarta ini mengusung tema “The Power of Community” (Kekuatan Komunitas). Tema ini menekankan pada pentingnya kebersamaan, persatuan, dan sinergi di antara para pemimpin spiritual dalam menjalankan dharma untuk membimbing masyarakat.
Selama dua hari, para peserta menjalani serangkaian aktivitas yang dirancang untuk menyegarkan pikiran, menjernihkan batin, dan memperdalam komitmen spiritual mereka. Beberapa sesi utama yang diikuti antara lain:
Puja Bhakti dengan menggunakan bahasa Indonesia, memudahkan penghayatan makna setiap paritta yang dilantunkan.
Latihan Meditasi, mencakup Meditasi Duduk (sitting meditation) dan Meditasi Berjalan (walking meditation) untuk melatih perhatian penuh (mindfulness) dalam setiap gerak dan diam.
Sesi Relaksasi untuk melepas ketegangan dan menemukan keheningan dalam diri.
Meditasi Minum Teh, sebuah praktik mindfulness dimana peserta menikmati secangkir teh dengan penuh kesadaran atas setiap rasa dan sensasinya.
Makan dengan Penuh Kesadaran (mindful eating), mengajak para Pandita untuk sungguh-sungguh hadir dan bersyukur atas setiap suapan makanan.
Diksa Anu Upasaka Pandita, sebuah prosesi pentahbisan dan pengukuhan kembali komitmen sebagai seorang Pandita.
Pembacaan Pandita Sila, yaitu penyegaran dan pelafalan kembali janji-janji sila yang menjadi pedoman hidup dan pelayanan seorang Pandita.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh dua pembimbing spiritual yang berpengalaman, yaitu Y.M. Bhadranatha, Thera dan Y.M. Bhadrapurisa, Thera. Di bawah bimbingan mereka, seluruh rangkaian acara berjalan dengan khidmat dan penuh makna.
Melalui Retret & Pandita Samaya ini, Majelis Buddhayana DKI Jakarta berharap dapat mencetak para Pandita yang tidak hanya mantap secara spiritual, tetapi juga tangguh dan penuh cinta kasih (metta) dalam memberikan pelayanan dan pembimbingan kepada seluruh umat. Diharapkan, kekuatan komunitas yang telah dibangun ini akan menjadi pondasi yang kokoh untuk menyebarkan Dharma dan membawa kedamaian bagi lebih banyak orang.
Selama dua hari, para peserta menjalani serangkaian aktivitas yang dirancang untuk menyegarkan pikiran, menjernihkan batin, dan memperdalam komitmen spiritual mereka. Beberapa sesi utama yang diikuti antara lain:
