Surāmeraya Majjapamādatthānā adalah sila kelima dalam Pañca Sīla yang melarang konsumsi minuman keras dan zat memabukkan. Larangan ini bersifat preventif untuk menjaga kejernihan batin serta mencegah kerusakan moral dan sosial. Dalam Sigālovāda Sutta (D i 85), Sang Buddha menjelaskan bahwa minuman memabukkan menyebabkan kerusakan moral, hilangnya reputasi, hingga kehancuran pribadi dan keluarga.
Sila kelima juga berperan penting dalam menjaga konsentrasi (samādhi) dan perhatian penuh (sati). Dalam Aṅguttara Nikāya (A v 265), disebutkan bahwa pelanggaran sila ini bisa menjadi pintu pelanggaran terhadap sila-sila lainnya, karena kesadaran yang melemah membuka jalan bagi tindakan tidak baik (akusala kamma).
Kelalaian (pamāda) dalam konteks ini tidak hanya berarti mabuk secara fisik, tetapi juga kehilangan kewaspadaan spiritual. Dalam Dhammapada ayat 1–2, ditegaskan bahwa pikiran adalah pelopor dari semua keadaan, jika dikotori, penderitaan pun muncul.
Dari sisi pengembangan karakter, menjauhi zat memabukkan adalah latihan menjadi pribadi yang appamāda (waspada dan sadar penuh). Seperti pesan terakhir Sang Buddha dalam Mahāparinibbāna Sutta (D ii 148): “Appamādena sampādetha” Capailah keberhasilan dengan kewaspadaan.