Praktik dana merupakan tindakan bajik yang mengarahkan diri kita untuk tidak melekat dan mengurangi keserakahan.
Praktik memberi haruslah di imbangi dengan pengertian benar, bahwa segala hal yang telah di persembahan sudah menjadi milik penerima dan bukan lagi milik yang memberi.
Akan menjadi keliru dan mengurangi nilai bajik jika suatu pemberian masih diliputi kemelekatan dan keserakahan. Setelah memberi seseorang masih berpikir di pakai atau tidak, dimakan atau tidak, jika tdk dipakai dan dimakan untuk apa saya berdana, lantas dalam hati menuntut harusnya dimakan dan dipakai, inilah bentuk keserakahan dari pemberi yang keliru.
Pemberi yang terbaik adalah ia yang benar-benar merelakan dan menyadari bahwa apa yang telah diberikan sudah menjadi milik penerima. Intinya yaitu niat tulus dan ikhlas sebelum memberi bahagia, saat memberi bahagia, dan setelah memberi ia berbahagia.
Salam bahagia pada kalyanamitta sangha.
#bhadranatha