SEKWIL SAGIN DKI JAKARTA DAN BANTEN
Tgl 28- Maret-6 April 2025
Perjalanan Spiritualitas
Banten, 6 April 2025 – Sebuah perjalanan spiritual yang penuh makna telah sukses diselenggarakan oleh Sekretariat Wilayah (Sekwil) Sagin DKI Jakarta dan Banten di Vihara Kesejahteraan. Kegiatan Pabbajja Samaneri yang berlangsung sejak tanggal 28 Maret hingga 6 April, dipimpin langsung oleh Yang Mulia Bhante Bhadra Natha sebagai pemimpin acara, dengan YM. Suhu Aryamaitri Mahastavira sebagai guru penabis. Bertempat di vihara Ekayana Arama., para peserta mendapatkan pembinaan spiritual dari Suhu Nayana Boddhi Mahastavira, YM. Bhante Badra Sena Thera, serta para Bhikkhuni yang turut serta dalam mendampingi perjalanan spiritual ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melepaskan sementara kehidupan duniawi dan menjalani praktik spiritual dalam suasana yang lebih tenang dan terkendali. Selama sepuluh hari, para samaneri menjalani latihan sila, meditasi, serta menerima bimbingan langsung dari para bhikkhu.
Dalam sambutannya, YM. Bhante Bhadra Natha menekankan pentingnya pelepasan dan latihan kesadaran dalam kehidupan sehari-hari. “Pabbajja adalah kesempatan untuk melihat ke dalam diri, melepaskan keterikatan, dan membangun kebijaksanaan sejati,” ujar beliau saat memberikan Dhamma talk kepada para peserta.
Perjalanan Spiritual Menuju Kedamaian
Hari pertama dimulai dengan prosesi pemotongan rambut, yang melambangkan pelepasan ego dan keterikatan terhadap duniawi. Dengan mengenakan jubah sederhana, para peserta meninggalkan kehidupan lama mereka dan memasuki dunia baru sebagai samaneri. Selama pabbajja, mereka mengamalkan Dasasila (sepuluh sila) dan melatih kesabaran, disiplin, serta kesadaran penuh dalam setiap tindakan.
Setiap pagi, mereka bangun sebelum matahari terbit untuk melakukan meditasi dan chanting. Selama kegiatan, para peserta juga menjalani praktik pindapata, menerima makanan dari para umat dengan penuh rasa syukur dan kesadaran. Sebuah pengalaman yang memberikan pemahaman mendalam tentang ketergantungan timbal balik dan pentingnya berbagi dalam kehidupan.
Refleksi dan Penutupan
Pada malam-malam terakhir, di bawah cahaya lilin yang redup, para peserta merenungkan perjalanan batin mereka. Beberapa di antara mereka meneteskan air mata, bukan karena kesedihan, tetapi karena kebahagiaan telah menemukan makna baru dalam hidup.
“Tidak ada kebahagiaan yang lebih tinggi dari ketenangan batin,” kutipan dari Dhammapada ini menjadi pengingat bagi mereka untuk selalu membawa kebijaksanaan dalam kehidupan setelah kembali ke keluarga masing-masing.
Pada tanggal 6 April, acara ditutup dengan upacara pelepasan jubah samaneri, menandakan kembalinya para peserta ke kehidupan sehari-hari dengan pemahaman yang lebih dalam tentang Dhamma. YM. Bhante Bhadra Natha memberikan pesan terakhir kepada mereka, “Teruslah menjaga api kebijaksanaan ini dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah penerang bagi diri sendiri dan orang lain.”
Kegiatan Pabbajja Samaneri diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak umat untuk lebih mendalami ajaran Buddha dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat yang diperoleh dari pengalaman, para peserta kini kembali ke rumah dengan hati yang lebih damai dan kebijaksanaan yang lebih dalam.
